Jumat, 05 Oktober 2012

Pemimpin Sejati



Pemimpin adalah seorang yang dipercaya oleh tidak hanya satu orang sebagai orang yang menjaga atau mengurus suatu hal. Di Idonesia, pemimpin ini adalah seorang presiden yang mengurus masalah kenegaraan. Perlu diketahui, bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan satu kali pemilu adalah 23 milyar. Sangat besar, bukan? Itu adalah biaya untuk memilih seorang pemimpin. Lalu, pemimpin yang seperti apa sih yang kita harapakan? Dan apa saja sih urgensi memilih pemimpin sejati?
Berikut ini adalah beberapa urgensi memilih pemimpin Islam :
·  Dari Ibnu Ta’miah, “Jika kalian bepergian tiga orang, maka pilihlah salah satu orang sebagai pemimpin.”
·  Kita diharuskan memilih pemimpin, karena memilih pemimpin adalah kewajiban, karena dalam sebuah kutipan, “ Lebih baik memiliki pemimpin yang dzalim daripada selama 60 tahun tidak mempunyai pemimpin.”
Tentunya dalam memilih pemimpin, kita harus mempertimbangkan banyak hal. Karena seolah pemimpin ini akan menjadi orang pertama yang menjadi penanggung jawab dalam sebuah masalah. Model atau ciri pemimpin yang ideal, antara lain :
·  Karakter dan moralitas
Dalam surat Al-Ahzab:21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Pemimpin yang baik adalah yang memiliki moral dan karakter yang baik, seperti Rasululloh.
·  Kompetisi
Dalam kisahnya, Rosullulloh mengatakan, bahwa pilihlah satu dari dua Umar sebagai pemimpin. Dua Umar tersebut, yaitu : Umar bin Khattab dan Amr bin Hisyam (Abu Jahal). Akhirnya yang menjadi pemimpin adalah Umar bin Khattab. Meskipun Abu Jahal memiliki kompetisi yang lebih, akan tetapi lebih diutamakan karakternya, sehingga Umar lah yang terpilih.
Sedangkan beberapa sifat lain yang dinilai penting pula, yaitu : disiplin, memperbaiki diri, jujur, tabligh (mudah menyampaikan atau berkomunikasi).
Pemimpin hendaknya melaksanakan kewajibannya dengan baik karena seorang pemimpin mengemban sebuah amanat ddari banyak orang.
Kebumen, 18 Mei 2012

Sirah Sahabiyah


Sirah atau siroh berasal dari bahasa Arab, artinya sejarah. Sedangkan sahabiyah berarti sahabat wanita. Sebagai umat Islam, setidaknya kita tahu sejarah dan tokoh-tokoh tauladan umat kita terdahulu. Salah satunya Sahabiyah Sumayah.
Sumayah adalah wanita yang pertama kali mati syahid. Dia adalah budak dari Abu Khuzaifah, saudagar Mekkah yang kaya. Sumayah juga bekerja bersama Yasir bin Amir, musafir dari Yaman yang menetap di Mekkah. Keduanya akhirnya menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Amr bin Yasir. Mereka hidup sederhana dan bahagia, apalagi keduanya telah dimerdekakan oleh majikan mereka.
Amr tumbuh menjadi anak yang soleh dan berbudi pekerti luhur. Suatu ketika, dia pulang larut malam karena mendengarkan pelajaran dari seorang pendakwah agama Islam yang bernama Muhammad. Amr pun menjadi akrab dengan Muhammad. Akan tetapi, orang tua Amr khawatir dengan kedekatan mereka, karena saat itu Sumayah dan Yasir masih musrik. “Wanita dan laki-laki memiliki derajat yang sama, karena di mata Allah yang dipandang adalah ketaqwaannya.” Itulah penjelasan Amr kepada orang tuanya yang diperolehnya dari Muhammad. Penjelasan tersebut membuat orang tua Amr sadar dan menjadi keluarga Islam yang pertama.
Mengetahui ke-Islam-an keluarga mereka, Abu Jahal murka. Dia menyeret keluarga Yasir ke padang pasir yang panas. Nabi Muhammad yang melihat Amr dibakar hidup-hidup, beliau meyelamatkannya dengan mengusap dahi Amr dan mengucapkan,”Api, menjadi dinginlah.” Amr juga sempat mengatakan bahwa dia kafir kepada Abu Jahal, namun sebenarnya itu hanya sebuah pengakuan, karena tak kuat menahan siksaan. Hal itu tidak disalahkan oleh Rosululloh. Dalam surat An-Nahl ayat:106 disebutkan, ”Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.”  Oleh sebab itu, kekafiran Amr hanya pengakuan dan tak ada dosa baginya. Sedangkan ayahnya telah meninggal sebelumnya, juga karena siksaan Abu Jahal.
Berbeda dengan putranya yang akhirnya berbohong mengaku kafir, Sumayah selalu menentang Abu Jahal dan bersikeras tetap Islam. Akhirnya Sumayah meninggal karena tusukan dari tombak yang dilemparkan Abu Jahal ke dadanya. Sabda Nabi Muhammad, “Bersabarlah keluarga Yasir, bersabarlah....Sesungguhnya Alloh akan memberikan surga kepadamu.” Demikianlah Sumayah menjadi wanita pertama yang mati syahid membela Islam.
Selain kisah di atas, masih banyak lagi tauladan umat terdahulu. Salah satunya juga, Asma bin Abu Bakar. Asma memiliki gelar “dua ikat pinggang”. Gelar ini disebutkan karena perjuangan dan pengorbanannya untuk meyelamatkan Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar saat menjalankan hijrah. Asma membawakan mereka makanan dalam keadaan hamil besar yang saat itu di pakainnya ada dua ikat pinggang yang salah satunya digunakan untuk membungkus makanan. Anaknya yang bernama Abdullah bin Syuhaib juga memiliki rasa rela berkorban yang besar untuk kepentingan banyak orang. Dia meninggal karena kepalanya dipenggal saat mengikuti perang. Subhanallah, sungguh mereka meninggal dalam keadaan yang sangat indah penuh makna di jalan Allah.
Dapat kita contoh mereka yang berjuang dalam pelukan wahyu, keikhlasan, pengorbanan, dan keimanan yang kokoh dengan menghadap ridha Allah.

Kamis, 04 Oktober 2012

Lirik Lagu Noah Band - Berartinya Dirimu


jika cinta berganti datang dan pergi hingga kembali
tapi hatiku mati sekian lama kau khianati
saat engkau bicara berjuta kata
yang kau ucapkan
aku kadang merasa cinta yang ada tak pernah nyata
kuingin engkau tahu berartinya dirimu
kutak inginkan kau ragu aku
kan bertahan dalam hidupmu
jika engkau pergi hilang dariku
meninggalkan mimpi dalam tidurku
bersamamu huhuhu dan
tanpamu hu huhuhu
kuingin engkau tahu berartinya dirimu
ku tak inginkan kau ragu aku
kan bertahan dalam hidupmu
jika engkau pergi hilang dariku
meninggalkan mimpi dalam tidurku
bersamamu huhuhu dan
tanpamu hu huhuhu

Selasa, 02 Oktober 2012

PALESTINA, EGP?(part 1)


Israel sangat berhungan erat dengan Palestina. Sejarah Bani Israil adalah mereka menganggap dirinya merupakan kekasih Tuhan.
Israil merupankan persamaan nama bagi Nabi Yakub. Nabi Yakub memiliki keturunan yaitu Nabi yusup. Ibu Nabi Yusuf adalah Siti Hajar. Mukjizat Nabi Yusuf adalah bisa menafsirkan mimpi.
Suatu hari, fir’aun bermimpi 7 ekor sapi kurus memakan 7 ekor sapi gemuk. Karena ada berita bahwa yusuf bisa menafsirkan mimpi, yusuf dipanggil oleh raja untuk menafsirkan mimpinya. Dan yakub mengatakan bahwa aka nada 7 tahun masa panen, namun 7 tahun kedepannya akan terjadi masa paceklik. Dan ternyata benar terjadi apa yang dikatakan yusuf. Kemudian yusup dipanggil oleh raja dan diberikan tawaran pekerjaan. Dan yusuf memilih untuk menjadi mentri perdagangan saat itu. Ternyata tidak hanya Mesir yang mengalami paceklik, namun Palestina juga mengalaminya. Tanpa sengaja saudara-saudara yusuf yang dulu menceburkannya ke sumur datang ke mesir untuk menukarkan segala barang yang dimilikinya dengan gandum. Saudara-saudara yusuf tidak mengenalinya, tetapi yusuf mengenali mereka dan mengajak mereka untuk menetap di mesir.
Suatu ketika raja mesir (fir’aun) ke-32 bermipi akan digulingkan dari kedudukannya oleh keturunan bani israil. Sehingga ia memerintahkan untuk membunuh setiap bayi laki-laki keturunan bani israil. Pada zaman itu, lahirlah Musa. Tapi Musa selamat karena di hanyutkan di sungai di ibunya. Kemudian di temukan di istri fir’aun dan di besarkan oleh fir’aun dan istrinya. Setelah mengetahui bahwa musa adalah keturunan bani israil, fir’aun ingin membunuh musa, namun musa berhasil meloloskan diri dengan cara membelah lautan, dan fir’aun tenggelam di lautan itu.
Orang-orang bani israil mulai memasuki palestina pada masa Nabi Isa. Palestina adalah tempat yang dianggap diberkati oleh Tuhan. Pada saat itu Palestina di kuasai oleh orang-orang romawi yang menganut agama Kristen. Karena sangat terpukau akan segala yang dilakukan oleh nabi Isa, Nabi Isa dijadikan Tuhan oleh orang-orang itu. Namun itu Nabi isa bukanlah Tuhan agama Kristen.
Kemudian lahirlah Nabi Muhammad SAW. Kelahiran Muhammad telah di jelaskan dengan sangat jelas di kitab injil sesungguhnya. Mulai dari ciri-ciri, sifat, dan penampilan fisiknya. Namun, bani israil tidak mau mengakui Nabi Muhammad karena Nabi bukan berasal dari keturunan bani israil. Setelah Nabi Muhammad wafat, beliau digantikan oleh para khulafatur rasyidin. Salah satu nya adalah Umar bin Khatab. Umar bin Khatab berhasil menyebarluaskan agama islam sampai ke Palestina. Pada zaman itu, Islam dan Kristen hidup berdampingan. Namun sekitar tahun 1090-an terjadi peperangan di Palestina. Kemudian pada tahun 1180 ada seorang pahlawan muslim yaitu solehudin Al Ayyubi yang berhasil memenangkan tanah palestina. Saat itu Paletina kembali tenang.
Namun pertanyaannya, kenapa sekarang ini Palestina kembali kisruh? Jawabannya adalah ternyata orang-orang yahudi di seluruh dunia kembali ke tanah asalnya yaitu palestina dan ingin membentuk Negara sendiri (gerakan zeonisme). Orang yahudi  dibenci oleh orang-orang lain karena sifatnya buruk, orang yahudi juga menerapkan system bank dengan bunga yang tinggi, sehingga orang yahudi kaya-kaya.  Mengapa orang yahudi memilih Palestina untuk mendirikan negaranya sendiri? Karena orang yahudi percaya bahwa Palestina merupakan tanah yang suci. Pada tahun 1928 khilafah di Palestina hancur. Pada tahun 1948, secara sepihak, orang yahudi mendirikan Negara Israel. Palestina yang sekarang hanya menerima 1/5 dari luas negaranya yang dulu, yang 4/5 di kuasai oleh Israel. Dan di Alquran jelas dikatakan bahwa perang antara palestina dan Israel tidak akan berhenti sebelum kiamat.
Kita harus membantu Palestina karena kita adalah saudara. Kita bisa membantunya dengan segala cara. Dan suatu saat, seluruh makhluk akan melindungi islam termasuk pepohonan juga akan membantu. Tapi ada satu pohon, yang tidak akan membantu islam yaitu pohon gorhod (seperti pinus tapi kecil). Dan sekarang bangsa israel gencar menanam pohon tersebut, karena israel pohon itulah yang akan membantunya saat seluruh makhluk membantu islam.
Salah satu cara yang paling mudah untuk membantu Palestina adalah dengan kita mendoakannya agar selalu di beri kemudahan oleh Alloh SWT.


Kebumen, 20 April 2012

Minyak Wangi vs Pandai Besi

Dalam kehidupan, tentunya kita tak bisa hidup sendiri. Oleh sebab itu kita pasti bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Orang yang kita anggap dekat biasanya kita sebut teman atau sahabat. Kita harus pandai dan selektif memilih teman. Rasulullah SAW bersabda, “Pandai-pandailah mencari teman.” Selain itu, dalam H.R. Bukhari dan Muslim disebutkan, ” Berteman ada dua pilihan, pertama seperti ketika kita duduk di samping penjual minyak wangi, kemungkinan penjual itu akan memberikan minyak wangi itu, atau kita dapat membelinya, atau kita hanya dapat mencium aroma harumnya. Kedua seperti ketika kita duduk di samping pandai besi, maka dia mungkin akan membakar baju kita, atau kita akan mendapati bau yang tak sedap.” Hadist di atas menerangkan tentang pilihan dalam berteaman. Berteman dengan orang  yang berakhlak baik bagaikan duduk di samping penjual minyak wangi, sedangkan berteman dengan orang yang berakhlak tidak baik bagaikan duduk di samping pandai besi.
Pada ungkapan pertama, kita dapat mengartikan bahwa jika kita bergaul dengan anak yang baik, maka dia mungkin akan memberikan atau menularkan sifat baiknya kepada kita, sehingga kita menjadi anak yang berkepribadian baik pula, atau kita bisa dikenal baik oleh orang lain. Sedangkan pada ungkapan kedua, kita dapat mengambil arti bahwa jika kita bergaul dengan anak yang sikapnya tidak baik, kita akan terkena imbas atau akibat tindakan buruknya. Selain itu, kita juga dapat meniru tingkahnya yang salah atau kita bisa dikenal sebagai anak yang memiliki sikap buruk dan tercela.
Pada dasarnya, prinsip atau niat baik akan luntur perlahan karena pengaruh perilaku buruk. Oleh sebab itu, dianjurkan agar kita bisa memiliki teman yang berakhlak baik sebagai pengingat ketika kita melakukan tindakan yang keliru. Hal ini tidak berarti kita harus melakukan diskrimanasi atau membeda-bedakan teman. Justru apabila kita berada pada lingkungan yang belum benar, atau memiliki teman yang berakhlak kurang baik, sedang kita mengetahui apa yang benar, maka kita berkewajiban untuk mengingatkan dan mengajarkan yang benar. Kita harus berusaha untuk mengajak mereka agar berada pada jalan yang lurus, jangan malah tergoda untuk melakukan hal buruk yang mereka lakukan. Keminoritasan kita dalam memperjuangkan kebenaran sangat dihargai oleh Alloh SWT. Oleh karena itu, kita jangan berputus asa mengingatkan mereka agar mereka yang berperilaku buruk dapat beralih menjadi orang sholeh atau sholehah. Dan ingatlah agar sebisa mungkin kita memiliki teman yang baik di lingkungan yang baik pula.
Kebumen, 10 Februari 2012